Bharabas 975 FM

Sistem Zonasi untuk Kemerdekaan Anak Peserta Didik

Sistem zonasi yang diberlakukan serentak pada penerimaan siswa siswi tingkat SD , SMP, dan SMA/SMK Sederajat  tidak dipungkiri membawa polemik dari banyak pihak . Banyak yang mempertanyakan apa sebenarnya urgensi dan peruntukan yang dicanangkan  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat memberlakukan sistem ini serentak di seluruh wilayah Indonesia.

Adapun untuk anda ketahui , Sistem zonasi tidak menekankan pada nilai dari calon peserta didik, namun pada jarak atau radius antara rumah siswa dengan sekolah. Sistem ini merupakan bentuk penyesuaian kebijakan dari sistem rayonisasi.

Melihat banyaknya persoalan terkait system zonasi ini, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Riau , Ester Yuliani Manurung angkat bicara. Esther memberikan pemahaman, tujuan awal dari Mendikbud mencanangkan system zonasi ini adalah untuk memberikan zona keadilan pada anak anak,  tidak ada lagi perbedaan  sekolah favorit dan tidak favorit , menjadi satu karena semuanya  tergabung tanpa adalagi pengkotak kotakan sekolah.

Ester mengakui saat ini ada beberapa sekolah yang infrastuktur dan fasilitasnya belum memadai. Hal inilah yang kemudian menjadi PR pemerintah untuk dapat menyamaratakan semua fasilitas sekolah. Selama ini, beberapa sekolah yang “tidak favorit” dan dihuni anak anak dari masyarakat marginal terkesan dilupakan.

ketika zonasi ini diberlakukan,  peluang bagi setiap anak untuk mendapatkan pendidikan yang sama, tanpa adanya pengkotak kotakan antara si pintar dan tidak pintar akan terwujud.  Tidak ada lagi Sekolah favorit dan tidak favorit , tidak ada lagi si miskin dan tidak miskin. Sistem zonasi ini akan membuat peluang setiap anak berbaur dan  mendapat pendidikan yang sama di satu sekolah. (JG)

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *