Bagikan

Draft Peraturan Walikota  atau Perwako tentang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar  atau PSBB untuk Kota Pekanbaru sudah diajukan ke Gubernur Riau. Draft itu akan diharmonisasi dan disesuaikan dengan peraturan gubernur yang sedang digodok pemerintah provinsi.

Hal ini disampaikan Kepala Bagian Humas Setdako Pekanbaru Mas Irba Sulaiman kepada wartawan di pekabaru.

Lebih lanjut Irba mengakui, lembaran Perwako tersebut telah beredar. Namun, itu baru draf yang berisi poin terkait aturan dan larangan hingga sanksi selama PSBB berlangsung. Di dalam draf itu masih terdapat koreksi di beberapa poin aturan tersebut. Masih ada beberapa poin yang diralat kembali atas masukan Forkopimda.

Sebelumnya dalam hallo bharabas Irba menjelaskan, PSBB saat ini adalah PSBB antara dan belum menghentikan aktivitas selama 24 Jam penuh. Dalam PSBB yang diterapkan Pemko Pekanbaru nantinya, ada pembatasan masyarakat tidak boleh beraktivitas di luar rumah dari pukul 20.00 Wib hingga 05.00 Wib.

Di saat itu tak ada satupun aktivitas di luar rumah, kecuali dalam keadaan darurat, atau bagi pekerja yang bertugas malam. Itupun para pekerja harus mengantongi izin atau surat keterangan dari tempat mereka bekerja, bahwa yang bersangkutan memang memiliki fungsi pokok.

Sedangkan untuk siang hari, masyarakat dapat melakukan aktivitas masing-masing dan wajib mengikuti protokol kesehatan. Misalnya wajib pakai masker dan sarung tangan. Melakukan sosial distancing, dan ketika menggunakan kendaraan, kapasitas penumpang harus 50 persen dari yang tersedia.

Akan ada sanksi yang memperkuat aturan dalam Perwako terkait PSBB yang diterapkan. Irba menyebut sanksi yang dikenakan bagi yang tidak mengindahkan Perwako adalah Tipiring (Tindak Pidana Ringan) berdasarkan dengan Perda dan peraturan Undang undang yang berlaku. Dengan ancaman kurungan 3 hari hingga 3 bulan kurungan penjara. (pe)

(Visited 5 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *